Museum Probolinggo

Tiket

-

Jam Buka

09.00 - 16.00 WIB

Lokasi

Probolinggo, Jawa Timur

        Pada akhir tahun 2008 kegelisahan yang muncul dari beberapa kalangan yang sangat peduli akan kelestarian sejarah, untuk bisa memajukan Kota Probolinggo dengan membangun sebuah museum, agar potensi sejarah dan cagar budaya di Kota Probolinggo dapat lestari dan tidak lekang oleh waktu dan jaman.

         Dimotori oleh Bappeda Kota Probolinggo, Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Probolinggo pihak BIAS (British Indonesia Artists’ Society) dari Brighton – lnggris dan beberapa personel yang ikut menggawangi proses berdirinya Museum Probolinggo, dalam bentuk sebuah project proposal pendirian museum yang dikirim langsung kepada Walikota Probolinggo H.M . Buchori, M.Si.

                BIAS adalah sebuah organisasi nonprofit yang bergerak dibidang pengembangan seni – budaya hingga program pementasan silang seni-seniman Indonesia dengan United Kingdom (UK), BIAS berkantor di Brington, UK. Organisasi ini dirintis pada 2003, dan kemudian resmi berdiri pada Mei 2005.

                Walikota Probolinggo H.M. Buchori, SH, M.Si, memberi respons sangat baik pada project proposal tersebut. Pada 17 November Walikota Probolinggo H.M. Buchori, SH, M.Si, kemudian langsung mendisposisi, memerintahkan kepada Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) untuk menindaklanjuti project proposal dari BIAS tersebut.

                Berpijak dari disposisi tersebut kemudian Bappeda mengomando serangkaian rapat-rapat koordinasi untuk menindaklanjuti project proposal ini bersama dengan Dispobpar (Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata).

                Dari pembahasan-pembahasan tersebut bermuara pada kesimpulan bahwa Kota Probolinggo memang sudah semestinya memiliki museum. Selain sebagai icon kota, museum juga penting untuk pemdokumentasian sejarah jati diri Probolinggo dari masa ke masa.

                Namun, ekspektasi atas Museum Probolinggo yang sedang digodok ini tidak hanya berhenti pada icon kota dan pendokumentasian jati diri. Ada pula ekspektasi yang lebih besar, yakni agar Museum Probolinggo bisa menjadi bagian aktif dari jejaring pariwisata yang sedang dibangun oleh Kota Probolinggo.

                Museum Probolinggo berdiri sejak tahun 2011 dan diresmikan pada tanggal 15

Mei 2011 oleh Gubernur Jawa Timur Untuk mencapai tujuan itu, maka mengkristal sebuah keinginan agar Museum Probolinggo tidak menjadi “tempat mati” seperti museum-museum yang ada pada umumnya Museum.

Museum Probolinggo menyimpan berbagai jenis koleksi diantaranya :

  • Koleksi Arkeologika
  • Koleksi Pusaka
  • Koleksi Filologika
  • Koleksi Keramologika
  • Koleksi Numismatika
  • Koleksi Etnografika dan
  • Koleksi Historika

Jumlah seluruh koleksi yang ada di Museum Probolinggo berjumlah 365 buah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *